SEJARAH PMI
Pada bulan Juni 1859, sebuah kereta bersusah payah melintasi Italia Utara. Henry Dunant. Dalam perjalanan bisnis penting dia ingin menemui namolion ke-3. Kaisar Prancis itu sedang berada di sekitar tempat itu bersama pasukannya. Dunant tiba-tiba terjebak di tengah-tengah medan pertempuran hebat antara pasukan Prancis dan Austria tepat diluar desa Solverino yang biasanya tenang itu.
Petang harinya, ribuan orang bergelimpangan tewas sekarat atau luka-luka. Satuan medis tidak bisa berbuat apa-apa. Para prajurit yang masih hidup sibuk menyelamatkan diri, karena kelelahan dan bersimpang darah. Dunant melupakan urusannya. Bantuan sangat diperlukan dengan dukungan warga setempat yang mendirikan sebuah rumah sakit darurat disebuah gereja. Perempuan dan lansia membantu sedapat mungkin. Mereka merawat korban dari pihak Prancis maupun Austria tanpa membeda-bedakan. Mereka bahkan mencatat dan mengirimkan pesan terakhir para prajurit kepada orang-orang tercinta. Mereka bekerja sepanjang hari dan malam tanpa mengenal lelah.
Sekembalinya ke swiss, Dunant menulis sebuah buku kenangan dari Solverino yang terbit pada tahun 1862. Dunant menulis sebuah buku dibentuknya organisasi relawan yang netral dan mandiri disetiap negara untuk merawat dan melindungi prajurit yang terluka di medan perang tanpa pandang bulu. Gagasan Dunant yang revolusiuner ini memperoleh dukungan.
Dunant dan empat rekannya kemudian mendirikan komite internasional di Jedewa yang mengadopsi konfensi jedewa pertama tentang bantuan kemanusiaan dan perlindungan.
Masing-masing melindungi korban luka-luka, korban sakit dan korban karam dalam perang dilaut. Tawanan perang dan penduduk sipil yang terkena dampak perang. Perkasa dan usaha Henry Dunant telah membuka jalan bagi hadirnya kemanusiaan ditengah-tengah situasi tidak manusiawi. Dewasa ini hampir 200 negara telah mendatangi konfensi-konfensi jedewa. Inti dari Hukum Humaneter Internasional.
ICRC sebagai penjaga konfensi-konfensi tersebut terus memberi dukungan bagi Hukum Humaniter Internasional dan berusaha melindungi kehidupan dan martabat para korban konflik bersenjata tanpa membeda-bedakan. Bukan hanya prajurit yang terluka, tetapi juga tawanan perang dll.
Mereka dikunjungi oleh ICRC untuk mengupayakan perbaikankondisi mereka melalui dialog dengan pihak berwenang menghormat keselamatan dan martabat mereka. Bukan hanya penduduk sipil yang terkena dampak langsung dari konflik bersenjata, tetapi juga semua orang yang kehilangan akses terhadap kebutuhan-kebutuhan pokok sebagai sumber makanan.
ICRC dengan bantuan himpunan palang merah dan bulan sabit merah berusaha memulihkan anggota keluarga yang tepisah akibat perang. Dimanapun terdapat penderitaan akibat konflik bersenjata. ICRC berupaya untuk hadir dan menghimbau pihak berwenang dan militer untuk melindungi kehidupan, hak, dan martabat sebuah perang yang merupakan gagasan pokok Henry Dunant dan menyampaikan seruan.
Bantuan-bantuan internasional perhimpunan nasional tersebut aktif di empat bidang utama, yaitu; tanggap bencana, kesiap siagaan bencana, pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama penyebar luasan nilai kemanusiaan. Palang merah dan bulan sabit merah pada tahun 1919 perhimpunan nasional mendirikan generasi sendiri.
Komentar
Posting Komentar